Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Raisa
online
Raisa
● online
Halo, saya Raisa
baru saja
Ada yang bisa kami bantu mengenai program kursus?
baru saja
Kontak Layanan
Area Siswa
Rp
Daftar Pendaftaran

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu tutup

Buku TOEFL ITP Terbaik: Review Longman vs Barron

Oleh: Dr. Hendra Wijaya, M.App.Ling. — Academic Director (TOEFL ITP®) , , 8 x

Buku TOEFL ITP terbaik adalah buku latihan dan strategi yang paling “match” dengan level Anda (pemula–advanced) untuk meningkatkan skor Listening, Structure, dan Reading. Buku terbaik bukan yang paling tebal, tetapi yang memberi latihan terarah + evaluasi. Tujuannya: belajar lebih efisien dan skor lebih aman untuk kebutuhan kampus/kerja.

Kenapa Memilih “Buku TOEFL ITP Terbaik” Itu Harus Teknikal, Bukan Sekadar Populer

TOEFL ITP menguji tiga area utama: Listening Comprehension, Structure & Written Expression, dan Reading Comprehension. Karena formatnya dominan pilihan ganda dan waktunya ketat, buku yang “bagus” harus membantu Anda pada dua hal sekaligus: (1) penguasaan skill dan (2) manajemen waktu.

Masalahnya, banyak pemula membeli buku yang salah sasaran: terlalu berat (akhirnya menyerah), atau terlalu “ringan” (latihan banyak tapi tidak naik skor). Jadi, kita akan menilai buku berdasarkan kriteria yang benar-benar berpengaruh pada skor.

Kriteria penilaian buku TOEFL ITP yang benar-benar ngaruh

  • Kesesuaian format: fokus Listening/Structure/Reading (bukan iBT-only yang dominan speaking/writing).
  • Quality of explanation: ada pembahasan grammar/reading strategy yang konkret, bukan “tips umum”.
  • Latihan bertahap: dari easy → medium → test-like, agar pemula tidak “kaget”.
  • Analisis jawaban: pembahasan kenapa A benar dan B/C/D salah (ini yang paling mempercepat progres).
  • Audio listening: kualitas audio jelas + mirip ritme ujian.
  • Full-length practice test: minimal 2–3 paket setara ujian untuk simulasi waktu.

Longman vs Barron: Mana yang Lebih Cocok untuk TOEFL ITP?

Di kalangan pembelajar TOEFL ITP, nama Longman dan Barron sering muncul karena dua pendekatan yang berbeda: Longman cenderung “mengajar dari dasar” dengan struktur latihan yang rapi, sedangkan Barron cenderung “drilling” dengan variasi latihan yang luas. Di bawah ini ringkasan paling jujur: bukan soal mana yang lebih bagus, tapi mana yang paling cocok.

Buku Gaya Belajar yang Cocok Kelebihan Utama Kekurangan yang Perlu Disadari Rekomendasi Level
Longman (TOEFL Paper Test / setara ITP) Suka belajar bertahap, butuh “fondasi” sebelum drilling Struktur materi rapi; latihan per topik; membantu pemula memahami pola soal Butuh disiplin karena progresnya bertahap; jika target skor mepet, harus dipercepat dengan simulasi Pemula–Intermediate
Barron (Practice/Exercises TOEFL) Suka banyak latihan, sudah punya dasar grammar & vocab Latihan melimpah; membantu “kebal” variasi soal; cocok untuk peningkatan skor lewat drilling Di beberapa bagian, pembahasan bisa terasa singkat untuk pemula; perlu pendamping strategi Intermediate–Advanced
ETS Official Guide / TOEFL ITP Practice Tests Butuh standar paling mendekati ujian sebenarnya Materi autentik; paling aman untuk kalibrasi level; bagus untuk simulasi final Kurang “ngajar dari nol”; lebih cocok sebagai tolok ukur & evaluasi Semua level (wajib di fase akhir)

Kesimpulan cepat (kalau Anda malas baca panjang)

  • Anda pemula (masih sering blank di Structure): mulai dari Longman, lalu finishing dengan ETS.
  • Anda intermediate (skor stuck): gabungkan Longman (konsep) + Barron (drilling) + ETS (simulasi).
  • Anda advanced (target skor tinggi): fokus Barron + ETS, perbaiki “weak spots” secara spesifik.

Review Jujur: Longman untuk TOEFL ITP

Longman (yang berorientasi paper-test) biasanya disukai pemula karena alurnya sistematis: Anda diajak memahami pola soal, lalu latihan per topik. Ini penting karena di TOEFL ITP, kenaikan skor terbesar pemula biasanya datang dari Structure & Written Expression—bagian yang paling “teknikal” dan paling bisa ditingkatkan dengan pola.

Kapan Longman terasa “paling menang”?

  • Anda sering bingung bedain subject-verb agreement, tenses, reduced clauses, dan parallel structure.
  • Anda butuh latihan yang tidak langsung “ujian mode”, tapi dibangun dari konsep → contoh → drill.
  • Anda belajar mandiri dan butuh buku yang terasa seperti “guru” (bukan sekadar kumpulan soal).

Kelemahan Longman yang sering bikin orang gagal

  • Terlalu nyaman di latihan per topik tapi jarang simulasi waktu. Akibatnya, saat try out waktu, Anda kaget.
  • Belajar terlalu lama di satu bagian (mis. grammar) sampai lupa Listening/Reading.

Review Jujur: Barron untuk TOEFL ITP

Barron (khususnya yang berisi latihan/practice) kuat untuk orang yang sudah punya dasar dan ingin meningkatkan skor lewat variasi latihan. Barron membantu Anda terbiasa dengan tipe jebakan, terutama di Reading dan Listening, karena pola pilihan jawabannya sering menguji “ketelitian” bukan sekadar paham arti.

Kapan Barron terasa “paling menang”?

  • Anda sudah paham basic grammar, tapi skor Structure mentok karena kurang jam terbang.
  • Anda butuh banyak soal untuk membangun kebiasaan: scan cepat, eliminasi opsi, dan time boxing.
  • Anda sudah dekat target skor dan butuh latihan “uji ketahanan”.

Kelemahan Barron yang sering bikin pemula tersandung

  • Kalau Anda masih lemah grammar, drilling tanpa fondasi bisa terasa seperti “nebak-nebak pintar”.
  • Jika Anda hanya mengerjakan soal tanpa error log (catatan kesalahan), progresnya lambat.

Jangan Lewatkan ETS: Kenapa Official Guide & Practice Tests Itu Wajib

Kalau Anda hanya membeli satu materi untuk “pengunci” di fase akhir, pilih yang autentik. Materi ETS membantu Anda mengukur: apakah strategi Anda sudah sesuai ritme dan standar TOEFL ITP, bukan sekadar “pintar di buku tertentu”.

Rekomendasi Buku TOEFL ITP Berdasarkan Level

Level Pemula (target: paham pola & naik skor stabil)

  • Prioritas: Longman (fondasi) + 1 set ETS untuk kalibrasi.
  • Fokus belajar: Structure (pola wajib) + Reading (skimming & vocab konteks).
  • Catatan: Pemula sering naik skor cepat jika konsisten 45–75 menit/hari.

Level Intermediate (target: break the plateau)

  • Prioritas: Kombinasi Longman (tutup bolong) + Barron (drilling) + ETS (simulasi).
  • Fokus belajar: error log + latihan waktu (timed practice) 2–3x/minggu.
  • Catatan: Kunci intermediate adalah mengurangi salah di soal “jebakan”, bukan sekadar menambah soal.

Level Advanced (target: skor tinggi & stabil)

  • Prioritas: Barron (drilling cepat) + ETS (simulasi full & review mendalam).
  • Fokus belajar: kecepatan reading + akurasi grammar + strategi listening (anticipation & distractor).
  • Catatan: Anda harus belajar dari kesalahan kecil (1–2 nomor) karena itu yang membedakan skor tinggi.

Study Plan TOEFL ITP: 4 Minggu yang Realistis (Pemula–Intermediate)

Di bawah ini rencana belajar yang bisa Anda jalankan sambil kuliah/kerja. Idealnya 60–90 menit/hari, 5 hari/minggu. Jika waktu Anda lebih sedikit, kurangi jumlah soal, tapi pertahankan pola: Latihan → Review → Catat error → Ulangi.

Study Plan TOEFL ITP

Generator rencana belajar TOEFL ITP berdasarkan target skor, tanggal tes, jam/minggu, dan fokus kelemahan.

Minggu Target Utama Struktur Belajar Output Wajib
1 Mapping kelemahan + fondasi 2 hari Structure (konsep + drill), 2 hari Reading (skimming + vocab), 1 hari Listening (pattern) 1 halaman error log (minimal 30 kesalahan dicatat)
2 Drill terarah + time boxing ringan Latihan campur (mini set): 15 Listening + 15 Structure + 15 Reading per sesi 2 sesi timed practice (pakai stopwatch)
3 Naikkan akurasi & kecepatan Fokus “weakest skill” 3x, skill lain 2x + review jawaban salah 1 mini-simulasi 60–75 menit (campuran)
4 Simulasi + polishing 2x full practice (atau 1x jika waktu mepet) + review detail Checklist strategi final + daftar top 10 error berulang

Template pembagian waktu per sesi (60–90 menit)

  • 10 menit: review error log lama (ingat jebakan yang sering Anda kena).
  • 35–55 menit: latihan soal (timed).
  • 15–25 menit: review jawaban salah + tulis 3 “aturan” baru yang Anda pelajari hari itu.

Study Plan 14 Hari (Crash Plan) untuk Intermediate–Advanced

  • Hari 1–3: fokus Structure (pola wajib) + 1 mini set ETS untuk kalibrasi.
  • Hari 4–7: Reading intensif (timed) + vocab konteks; review salah wajib.
  • Hari 8–10: Listening (distractor) + ulang jenis soal yang paling sering salah.
  • Hari 11–14: 2x simulasi (atau 1x) + review total + strategi final.

Kalau Anda Ingin Jalur Lebih Terstruktur: Opsi Persiapan di BIC (Pare, Kediri)

Belajar buku itu efektif, tapi sering gagal karena dua hal: tidak konsisten dan tidak tahu prioritas. Jika Anda butuh sistem yang “dipaksa rapi”, Bahasa Inggris Center (BIC) di Kampung Inggris Pare bisa membantu melalui program persiapan TOEFL ITP yang fokus drilling per skill dan evaluasi.

Untuk konteks institusi, program TOEFL ITP dioperasikan oleh LKP English Versity (NPSN: K9998665) di bawah naungan English Versity Education Foundation, berlokasi di Pare, Kediri.

FAQ – Buku TOEFL ITP Terbaik

  • Q: Buku TOEFL ITP terbaik untuk pemula itu Longman atau Barron?
    A: Untuk pemula, biasanya Longman lebih ramah karena materi bertahap dan membantu membangun fondasi Structure/Reading. Setelah dasar kuat, lanjutkan dengan latihan autentik dari ETS TOEFL ITP Prepare agar terbiasa format ujian.
  • Q: Apakah buku TOEFL iBT bisa dipakai untuk TOEFL ITP?
    A: Bisa sebagian (vocab/reading), tapi kurang efisien karena TOEFL ITP fokus Listening–Structure–Reading dan tidak menguji speaking/writing. Prioritaskan buku yang menekankan tiga skill tersebut + latihan pilihan ganda.
  • Q: Wajib beli ETS Official Guide atau Practice Tests?
    A: Sangat disarankan, minimal di fase akhir, karena menjadi tolok ukur paling mendekati ujian. Anda bisa mulai dari Practice Tests ETS (PDF) untuk simulasi dan evaluasi.
  • Q: Berapa lama belajar dari buku sampai skor naik?
    A: Rata-rata 4 minggu cukup untuk progres terasa jika Anda disiplin 60–90 menit/hari dan membuat error log. Jika target skor tinggi atau gap besar, realistisnya 6–8 minggu.
  • Q: Saya sudah punya buku, tapi skor mentok. Harus ngapain?
    A: Biasanya masalahnya bukan kurang buku, tapi kurang “review yang benar”. Coba: (1) catat 10 error paling sering, (2) ulang tipe soal yang sama 3 hari berturut, (3) tambah simulasi waktu. Jika butuh sistem terarah, lihat opsi latihan di Program Intensif TOEFL ITP BIC.

Pilih Buku yang Tepat, Susun Jadwal, Lalu Kunci dengan Simulasi

Longman unggul untuk fondasi dan progres bertahap; Barron kuat untuk drilling dan ketahanan; ETS wajib untuk kalibrasi dan simulasi akhir. Kunci peningkatan skor ada pada kombinasi latihan terarah + review kesalahan yang konsisten. Jika Anda ingin jalur yang lebih terstruktur dari Kampung Inggris Pare, BIC siap bantu dari strategi sampai try out.

CTA: Ingin study plan yang dipandu mentor + drilling intensif? Cek Biaya & Jadwal Program BIC dan amankan slot ujian di Jadwal TOEFL ITP 2026.

Foto Dr. Hendra Wijaya, M.App.Ling. — Academic Director (TOEFL ITP®)

Ditulis oleh

Academic Director di Bahasa Inggris Center (BIC) — lembaga pendidikan resmi di bawah naungan English Versity Education Foundation. Pakar Linguistik Terapan yang memimpin kurikulum dan pemetaan skor TOEFL ITP® berbasis diagnosis, target akademik, dan kebutuhan karir.

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

🎓 Ingin Menguasai Materi Ini Lebih Dalam?
Ikuti program kursus intensif kami yang dibimbing langsung oleh instruktur.

Program kursus berhasil dipilih!

Masuk ke daftar pendaftaran
Lihat Program Lain
Lanjut Mendaftar
Konsultasi Program

Ingin tanya detail program ini? Hubungi admin: