Minus score TOEFL adalah istilah untuk sistem penalti yang mengurangi nilai saat jawaban salah pada peserta TOEFL. Untuk peserta TOEFL yang ingin skor optimal, tes resmi tidak memakai penalti minus pada soal pilihan ganda. Dengan strategi guessing yang tepat, peluang skor naik tanpa takut “dikurangi”.
Ringkasan cepat: jawaban salah di TOEFL dikurangi nilai atau tidak?
- TOEFL ITP (resmi ETS): tidak ada pengurangan nilai karena jawaban salah. Skor berbasis jumlah jawaban benar (raw score).
- Konsekuensi nyata: kosong = pasti 0 poin; menebak = ada peluang dapat poin.
- Strategi aman: eliminasi opsi, tebak terukur, dan jangan “mengorbankan” banyak soal karena kehabisan waktu.
- Catatan penting: tes prediksi/prediction non-ETS bisa punya aturan berbeda (tergantung penyelenggara).
Apa itu “minus score” dan kenapa banyak peserta takut menebak?
Di beberapa ujian (terutama ujian akademik tertentu), ada sistem negative marking: jawaban salah mengurangi skor. Kebiasaan ini membuat banyak peserta TOEFL membawa “trauma strategi” yang sama: lebih baik kosong daripada salah.
Masalahnya, pendekatan itu bisa merugikan di TOEFL. Saat tidak ada penalti jawaban salah, membiarkan kosong justru menutup peluang poin. Akibatnya, skor turun bukan karena kemampuan bahasa Inggris, tetapi karena strategi yang keliru.
Fakta resmi: TOEFL ITP tidak memakai penalti jawaban salah
Untuk TOEFL ITP resmi, ETS menjelaskan bahwa skor didasarkan pada jumlah jawaban yang benar dan tidak ada penalti untuk jawaban salah. Artinya, jawaban yang salah tidak “mengurangi” poin yang sudah Anda dapatkan.
Anda bisa mengecek rujukan resminya langsung pada dokumen ETS: TOEFL ITP Test Taker Handbook (ETS).
Kalau Anda ingin memahami alur scoring TOEFL ITP dari raw score sampai skor akhir (310–677) dengan bahasa yang mudah, rujuk panduan ini: bagaimana cara kerja TOEFL ITP.
TOEFL iBT bagaimana? Apakah ada minus score juga?
Pada TOEFL iBT modern, konsep “minus score karena salah” tidak digunakan untuk soal pilihan ganda. Skor Reading dan Listening pada dasarnya diturunkan dari performa jawaban benar (lalu dikonversi menjadi skala), sedangkan Speaking dan Writing dinilai menggunakan rubrik penilaian.
Untuk konteks terbaru, ETS menjelaskan pembaruan tampilan laporan skor TOEFL iBT per 21 Januari 2026 (skala 1–6 dengan kenaikan 0,5, dan masih ada komparasi ke skala 0–120 dalam masa transisi): Understanding TOEFL iBT Scores (ETS).
Jika Anda butuh gambaran teknis sederhana tentang konversi skor iBT dan prinsip “tidak ada penalti guessing” pada pilihan ganda, referensi ringkasnya bisa dibaca di: TOEFL Scoring (Manhattan Review).
Kosong vs salah: mana yang lebih “aman” untuk skor?
Jika tidak ada penalti jawaban salah, maka logikanya sederhana:
- Mengosongkan jawaban = peluang poin 0%.
- Menebak (educated guess) = peluang poin lebih dari 0%.
Jadi, “aman” untuk skor justru mengisi semua soal—tetapi dengan cara yang terukur (bukan asal comot tanpa kontrol waktu).
Kapan strategi guessing menjadi bumerang?
Guessing bukan masalahnya. Yang bikin skor jatuh adalah:
- Terjebak 1 soal terlalu lama sampai mengorbankan 5–10 soal berikutnya.
- Menebak tanpa eliminasi padahal ada petunjuk konteks yang bisa memangkas opsi.
- Salah mengisi lembar jawaban (misalnya bergeser satu nomor).
- Menandai lebih dari satu opsi pada satu nomor (di tes paper-based), yang membuat jawaban dihitung salah.
Checklist “educated guessing” yang aman (praktis dipakai saat ujian)
Gunakan urutan ini agar menebak tetap rasional:
- Eliminasi 1–2 opsi paling jelas salah (beda topik, beda tense, tidak nyambung konteks, atau bertentangan dengan informasi).
- Bandingkan 2 opsi tersisa: cari yang paling “netral dan sesuai bukti” (TOEFL sering menjebak dengan opsi terlalu ekstrem: always/never/only).
- Gunakan “keyword anchor”: cari kata kunci di pertanyaan yang harus muncul maknanya di jawaban.
- Jika mentok, tebak cepat dan lanjut. Jangan membayar mahal dengan waktu.
Tabel strategi: keputusan cepat saat ragu (anti panik)
| Situasi di ujian | Aksi terbaik | Alasan |
|---|---|---|
| Ragu, tapi bisa coret 2 opsi | Pilih dari 2 opsi tersisa | Peluang naik dari 25% menjadi 50% |
| Ragu total, tidak ada petunjuk | Tebak cepat (maks 10–15 detik) lalu lanjut | Menjaga waktu untuk soal yang lebih “murah poin” |
| Soal terasa “berat” dan memakan waktu | Skip sementara, tandai, kembali jika ada waktu | Mencegah kehabisan waktu dan banyak soal kosong |
| Kejar waktu di akhir section | Isi semua nomor yang tersisa (tebak terukur) | Kosong = 0% poin; tebak = ada peluang poin |
| Bingung karena opsi mirip | Cari kata pembeda (degree/meaning) & hindari ekstrem | Opsi jebakan sering terdengar “bagus” tapi terlalu absolut |
Manajemen waktu: cara paling cepat “menyelamatkan skor”
Banyak peserta gagal bukan karena tidak bisa, tetapi karena disiplin waktu tidak jalan. Prinsipnya: TOEFL adalah ujian “akumulasi poin”, jadi Anda harus menjaga agar jumlah soal yang sempat dikerjakan maksimal.
Aturan praktis 3 langkah (bisa diterapkan di Reading/Listening)
- Kerjakan yang paling mudah dulu (soal yang jawabannya “terlihat”).
- Batasi waktu per soal: kalau melewati batas, pindah dulu.
- Sisakan waktu buffer untuk meninjau soal yang ditandai dan memastikan nomor jawaban tidak bergeser.
“Triage” saat Reading TOEFL ITP (paper-based)
Di Reading TOEFL ITP, sering ada 3–5 pertanyaan yang jauh lebih menyita waktu (misalnya inference atau detail yang lokasinya susah ditemukan). Jangan biarkan 3 pertanyaan ini memakan jatah untuk 10 pertanyaan lain.
- Scan pertanyaan → kerjakan yang faktual dulu (lebih cepat).
- Inference/detail sulit → tandai, kembali belakangan.
- Di 3 menit terakhir → pastikan tidak ada nomor kosong.
Perbedaan penting: TOEFL resmi vs TOEFL prediction (yang sering bikin salah paham)
Di Indonesia (termasuk Kampung Inggris Pare, Kediri), peserta sering latihan di tes prediksi/prediction untuk pemetaan kemampuan. Ini bermanfaat, tetapi aturan scoring bisa berbeda karena tidak selalu mengikuti standar ETS secara penuh.
Jadi, jika Anda pernah mendengar “jawaban salah dikurangi”, cek dulu sumbernya: apakah itu tes resmi TOEFL ITP/iBT, atau tes prediksi dari lembaga tertentu. Untuk rute belajar yang lebih aman, biasakan berpatokan pada aturan resmi saat membangun strategi ujian.
Strategi latihan 7 hari: membangun kebiasaan “jawab semua” tanpa ngawur
- Hari 1: simulasi 1 section Reading/Listening dengan timer; catat berapa soal yang kosong.
- Hari 2: latihan eliminasi opsi (target: coret minimal 1 opsi di 80% soal ragu).
- Hari 3: latihan manajemen waktu (pakai batas 60–75 detik/soal untuk Reading-in-context).
- Hari 4: review kesalahan: salah karena vocab, karena detail, atau karena salah paham pertanyaan?
- Hari 5: latihan “skip & return” (tandai soal berat, balik di akhir).
- Hari 6: full practice set; fokus menjaga tidak ada nomor kosong.
- Hari 7: ulang pattern kesalahan terbanyak + perbaiki strategi guessing untuk tipe soal itu.
Belajar lebih terarah bareng BIC (Pare/Kampung Inggris)
Kalau target Anda bukan sekadar “paham teori” tetapi benar-benar naik skor, latihan guessing harus digabung dengan: pemetaan kelemahan, drilling tipe soal, dan simulasi waktu. Program intensif biasanya mempercepat proses ini karena Anda dilatih mengambil keputusan cepat di bawah tekanan timer.
Anda bisa cek opsi belajar terstruktur di Kursus Intensif TOEFL ITP Online (24 Jam) di Bahasa Inggris Center (BIC) dan melihat daftar layanan/paket di biaya & jadwal program BIC.
Catatan legalitas lembaga: layanan edukasi dikelola oleh LKP English Versity (NPSN: K9998665) di bawah naungan English Versity Education Foundation, beralamat di Jl. Cempaka No. 17, Tulungrejo, Kec. Pare, Kab. Kediri.
FAQ – Minus Score TOEFL
- Q: Apakah jawaban salah di TOEFL ITP dikurangi nilai?
A: Tidak. TOEFL ITP resmi ETS tidak menerapkan penalti jawaban salah; skor berbasis jumlah jawaban benar. Rujukan: handbook ETS. - Q: Lebih baik dikosongkan atau ditebak?
A: Jika tidak ada minus score, mengosongkan membuat peluang poin 0%. Tebak terukur (minimal eliminasi 1 opsi) biasanya lebih menguntungkan untuk skor. - Q: Apakah TOEFL iBT juga ada minus score?
A: Tidak memakai sistem minus untuk pilihan ganda. Namun skala laporan skor iBT mengalami pembaruan per 21 Januari 2026; detailnya bisa dicek di ETS. - Q: Kenapa saya merasa skor turun kalau banyak yang salah?
A: Karena soal yang salah tidak memberi poin, bukan karena mengurangi poin yang sudah ada. Skor turun biasanya karena terlalu banyak nomor kosong, kehabisan waktu, atau salah mengisi nomor jawaban. - Q: Tes prediksi TOEFL saya katanya pakai pengurangan nilai—apakah itu normal?
A: Tes prediksi/prediction bukan standar ETS, jadi aturan scoring bisa berbeda antar penyelenggara. Saat menyiapkan strategi untuk tes resmi, biasakan mengikuti aturan resmi agar tidak salah kebiasaan.
Kesimpulan: tidak ada “minus score” — yang berbahaya justru nomor kosong
Di TOEFL resmi (terutama TOEFL ITP), jawaban salah tidak mengurangi nilai. Fokuskan strategi pada educated guessing dan manajemen waktu supaya Anda mengisi semua nomor dengan keputusan cepat yang masuk akal.
Ingin latihan terstruktur + simulasi waktu seperti tes? Daftar Kursus Intensif TOEFL ITP Online (24 Jam) di Bahasa Inggris Center (BIC) untuk drilling tipe soal dan strategi ujian yang lebih stabil.

Saat ini belum tersedia komentar.