Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Miss, Aulia Pranata
online
Miss, Aulia Pranata
● online
Halo, saya Miss, Aulia Pranata
baru saja
Ada yang bisa kami bantu mengenai program kursus?
baru saja
Kontak Layanan
Area Siswa
Rp
Daftar Pendaftaran

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu tutup

Cara Skimming dan Scanning untuk Ujian TOEFL

Oleh: Panji Nugraha, M.Pd. — Digital Prep Lead (TOEFL ITP®) , , , 12 x

Teknik skimming dan scanning adalah cara membaca cepat untuk peserta TOEFL yang ingin menuntaskan bagian reading. Skimming dipakai untuk menangkap ide utama. Scanning dipakai untuk mencari detail spesifik tanpa membaca semua baris.

Ringkasan cepat yang bisa langsung dipakai
  • Skim dulu untuk tahu topik, arah paragraf, dan main idea.
  • Scan setelahnya untuk mencari angka, nama, istilah, atau detail bukti.
  • Untuk soal main idea, purpose, tone, utamakan skimming.
  • Untuk soal detail, line reference, EXCEPT, reference, utamakan scanning lalu baca zona bukti.
  • Jangan baca semua kata dari awal sampai akhir. Di TOEFL, itu sering membuat waktu habis duluan.

Apa bedanya skimming dan scanning di reading TOEFL?

Dua teknik ini sama-sama cepat, tetapi tujuannya berbeda. Karena itu, Anda perlu tahu kapan harus melihat gambaran besar dan kapan harus memburu detail.

Skimming: membaca untuk menangkap peta teks

Skimming berarti menyapu teks untuk menangkap inti bahasan. Fokus Anda ada pada judul, kalimat awal paragraf, kata transisi, dan kalimat penutup yang merangkum ide.

Teknik ini sangat berguna saat Anda menghadapi soal main idea, primary purpose, atau saat Anda perlu memahami alur bacaan lebih dulu. Jadi, Anda tidak tenggelam di detail yang sebenarnya belum dibutuhkan.

Scanning: membaca untuk menemukan bukti spesifik

Scanning berarti mencari informasi tertentu dengan cepat. Mata Anda tidak membaca semua kalimat secara rata, tetapi memburu “jangkar” seperti angka, tahun, nama, istilah, atau frasa yang menonjol.

Teknik ini paling membantu saat soal meminta detail. Selain itu, scanning juga berguna ketika Anda perlu melacak lokasi informasi tanpa membuang banyak waktu.

Kapan harus pakai skimming, kapan scanning, dan kapan digabung?

Inilah titik yang paling sering membuat peserta salah strategi. Banyak orang memakai scanning untuk semua soal, lalu keliru menangkap makna. Sebaliknya, ada juga yang membaca terlalu dalam untuk soal detail, lalu kehabisan waktu.

Pakai skimming untuk soal ide besar

Gunakan skimming jika pertanyaannya menyinggung:

  • main idea atau topik utama,
  • author’s purpose,
  • organization atau arah paragraf,
  • tone atau sikap penulis.

Untuk jenis soal ini, Anda tidak perlu terpaku pada satu angka atau satu kata. Yang Anda butuhkan adalah pola, hubungan ide, dan arah isi bacaan.

Pakai scanning untuk soal bukti detail

Gunakan scanning jika pertanyaannya meminta:

  • fakta yang disebut jelas di teks,
  • lokasi informasi,
  • kata rujukan seperti it, they, atau this,
  • soal EXCEPT atau NOT mentioned.

Untuk tipe ini, Anda harus cepat menemukan area teks yang relevan. Namun setelah ketemu, tetap baca 1–2 kalimat di sekitarnya agar maknanya tidak meleset.

Gabungkan keduanya saat waktunya ketat

Dalam praktik ujian, Anda jarang memakai satu teknik saja. Biasanya, peserta yang paling efisien akan skim dulu untuk memetakan isi, lalu scan saat memburu bukti per soal.

Aspek Skimming Scanning
Tujuan Menangkap ide utama dan struktur teks Menemukan detail spesifik dengan cepat
Yang dicari Topik, topic sentence, transisi, penegasan Angka, nama, istilah, kata kunci unik
Cocok untuk Main idea, purpose, tone, organization Detail, EXCEPT, reference, location
Risiko jika salah pakai Terlalu umum, kurang bukti Ketemu kata, tetapi salah konteks

Langkah skimming 45 detik yang realistis untuk peserta TOEFL

Skimming tidak berarti asal lompat mata. Supaya cepat dan tetap akurat, Anda butuh urutan yang konsisten. Urutan ini sangat membantu pembelajar yang dulu terbiasa membaca kata demi kata sejak sekolah menengah.

1. Lihat judul atau topik besar lebih dulu

Mulai dari gambaran umum. Tanyakan cepat: bacaan ini membahas apa, dan kira-kira bergerak ke arah mana?

2. Baca kalimat awal tiap paragraf

Pada banyak bacaan akademik, kalimat pertama atau kedua sering memberi arah utama paragraf. Karena itu, bagian ini biasanya lebih penting daripada detail di tengah paragraf.

3. Tandai kata transisi

Kata seperti however, therefore, for example, dan in contrast adalah sinyal belokan ide. Begitu Anda menangkap transisi, Anda lebih cepat memahami hubungan antarbagian.

4. Buat label tiga kata per paragraf

Ini teknik yang sangat praktis. Setelah satu paragraf selesai Anda skim, beri label pendek seperti “sebab banjir kota”, “penelitian awal”, atau “kritik teori lama”.

Label kecil itu akan menjadi peta cepat saat Anda kembali ke soal detail. Jadi, Anda tidak mulai dari nol setiap kali mencari jawaban.

Kalau Anda ingin pendalaman khusus tentang main idea, baca juga panduan teknik skimming TOEFL untuk main idea. Untuk latihan resmi, Anda juga bisa melihat halaman persiapan TOEFL ITP dari ETS.

Langkah scanning 20–40 detik untuk soal detail

Scanning yang bagus selalu dimulai dari pertanyaan, bukan dari passage. Jadi, sebelum mata Anda bergerak ke teks, Anda harus tahu lebih dulu apa yang sedang dicari.

1. Baca pertanyaan dulu, lalu ambil “jangkar”

Ambil 2–3 target clue yang paling unik. Biasanya berupa tahun, angka, nama orang, nama tempat, istilah teknis, atau kata benda yang tidak umum.

2. Sapu teks secara visual

Gerakkan mata untuk memburu bentuk yang menonjol. Angka, huruf kapital, istilah panjang, dan frasa unik biasanya lebih mudah ditemukan daripada kata umum seperti people atau important.

3. Temukan zona bukti

Begitu target clue muncul, jangan langsung jawab. Baca minimal satu kalimat sebelum dan satu kalimat sesudah agar Anda tidak terjebak opsi yang hanya “mirip kata”.

4. Cocokkan makna, bukan sekadar kata

Inilah jebakan paling umum. Opsi jawaban TOEFL sering tidak memakai kata yang sama persis, tetapi memparafrasekan isi teks. Karena itu, Anda harus cocokkan ide, bukan bunyi kata.

Untuk latihan detail yang lebih terarah, buka panduan teknik scanning TOEFL untuk soal detail. Anda juga bisa mencoba sample Reading Comprehension TOEFL ITP dari ETS agar mata terbiasa dengan bentuk soalnya.

Kesalahan yang paling sering membuat reading TOEFL tidak selesai

Masalah peserta biasanya bukan kurang niat. Masalahnya, teknik bacanya belum efisien. Karena itu, reading terasa berat walau kosakata sebenarnya tidak terlalu buruk.

Membaca semua kalimat dengan kecepatan yang sama

Ini kebiasaan sekolah yang sering terbawa ke TOEFL. Padahal, tidak semua kalimat punya bobot yang sama. Anda harus berani membaca selektif.

Mencari kata yang sama persis

Banyak peserta menemukan satu kata di teks, lalu langsung memilih opsi yang mengandung kata serupa. Akibatnya, mereka kena jebakan parafrase atau salah konteks.

Lompat ke opsi tanpa peta teks

Kalau Anda tidak skim dulu, Anda akan bolak-balik tanpa arah. Di Kampung Inggris Pare, pola ini sangat sering terlihat pada peserta yang merasa “sudah membaca” tetapi tetap tidak tahu lokasi bukti.

Terlalu lama di satu soal

Jika satu soal membuat Anda macet, beri batas. Tandai, pilih jawaban paling masuk akal, lalu lanjut. Setelah soal lain selesai, barulah Anda kembali dengan kepala yang lebih segar.

Latihan 15 menit sehari agar skimming dan scanning jadi refleks

Teknik membaca cepat tidak cukup dipahami. Anda harus melatihnya sampai terasa otomatis. Kabar baiknya, latihannya tidak perlu lama asalkan rutin.

Menit 1–5: skimming satu passage

Ambil satu bacaan pendek. Cari topik, topic sentence, transisi, lalu tulis label tiga kata per paragraf.

Menit 6–10: scanning tiga soal detail

Baca pertanyaan dulu. Setelah itu, cari jangkar, temukan zona bukti, dan jawab dengan alasan singkat.

Menit 11–15: evaluasi jebakan

Tulis kenapa Anda salah. Apakah karena salah scope, salah konteks, tertipu kata mirip, atau terlalu lama membaca detail?

Kalau Anda ingin latihan yang lebih rapi dan tidak acak, cek juga Kursus Intensif TOEFL ITP Online di Bahasa Inggris Center (BIC). Program ini relevan untuk peserta yang reading-nya sering macet karena teknik baca dan manajemen waktu belum stabil.

FAQ – Teknik Skimming dan Scanning TOEFL

  • Q: Apa bedanya skimming dan scanning dalam reading TOEFL?
    A: Skimming dipakai untuk menangkap ide utama dan struktur teks. Scanning dipakai untuk menemukan detail tertentu seperti angka, nama, atau istilah unik.
  • Q: Apakah saya harus selalu skimming dulu sebelum menjawab?
    A: Untuk banyak passage, ya. Skimming singkat membantu Anda punya peta teks, sehingga proses scanning saat menjawab soal jadi jauh lebih cepat.
  • Q: Soal apa yang paling cocok dikerjakan dengan scanning?
    A: Soal detail, line reference, EXCEPT, reference, dan location of information paling sering cocok dengan scanning.
  • Q: Kenapa saya sering salah walau sudah menemukan kata yang mirip?
    A: Karena TOEFL sering memakai parafrase. Jadi, Anda harus cocokkan makna kalimat dan baca zona bukti, bukan hanya berburu kata yang sama.
  • Q: Apakah skimming berarti tidak membaca detail sama sekali?
    A: Tidak. Skimming dipakai di awal untuk menangkap gambaran besar. Setelah itu, detail tetap dibaca saat Anda perlu bukti untuk soal tertentu.
  • Q: Berapa lama idealnya melatih teknik ini setiap hari?
    A: Sekitar 15 menit sudah cukup jika rutin. Yang penting, Anda melatih keduanya secara sadar, bukan sekadar mengerjakan soal tanpa evaluasi.

Ingin reading TOEFL lebih cepat tanpa asal tebak?

Skimming membantu Anda melihat peta bacaan, sedangkan scanning membantu Anda menemukan bukti dengan cepat. Jika dua teknik ini dipakai pada waktu yang tepat, reading TOEFL terasa jauh lebih ringan dan waktu jadi lebih terkendali. Kalau Anda ingin belajar lebih terarah, Anda bisa mulai dari materi reading dan program persiapan di Bahasa Inggris Center (BIC) agar kebiasaan baca lama diganti dengan strategi yang benar-benar cocok untuk format TOEFL.

Foto Panji Nugraha, M.Pd. — Digital Prep Lead (TOEFL ITP®)

Ditulis oleh

Digital Prep Lead di Bahasa Inggris Center (BIC). Mengintegrasikan latihan berbasis AI, bank soal bertahap, dan analitik hasil tryout TOEFL ITP® agar siswa tahu kelemahan utama dan progres skor dari waktu ke waktu.

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

🎓 Ingin Menguasai Materi Ini Lebih Dalam?
Ikuti program kursus intensif kami yang dibimbing langsung oleh instruktur.

Program kursus berhasil dipilih!

Masuk ke daftar pendaftaran
Lihat Program Lain
Lanjut Mendaftar