Cara gampang membedakan active dan passive voice di soal TOEFL adalah melihat siapa pelaku tindakan dan siapa penerimanya. Ini untuk pembelajar TOEFL yang ingin cepat membaca pola Structure. Tujuannya menghindari jebakan be + V3 dan salah pilih verb.
- Active voice: subjek melakukan tindakan.
- Passive voice: subjek menerima tindakan.
- Rumus cepat passive: be + V3.
- Tanya 2 hal: siapa melakukan dan siapa menerima?
- Waspadai jebakan: tidak semua be adalah passive, dan tidak semua passive memakai by.
Cara paling gampang mengenali active dan passive voice
Kalau Anda sering blank saat melihat soal Structure, jangan mulai dari hafalan rumus panjang. Mulailah dari logika kalimat. Di soal TOEFL, cara tercepat adalah membaca hubungan antara subjek dan aksi.
Pada active voice, subjek melakukan pekerjaan. Pada passive voice, subjek justru menerima pekerjaan itu. Jadi, fokus Anda bukan cuma kata kerja, tetapi juga peran subjek di dalam kalimat.
Pakai dua pertanyaan inti
Saat membaca kalimat, ajukan dua pertanyaan ini:
- Siapa yang melakukan tindakan?
- Siapa yang menerima tindakan?
Jika subjek adalah pelaku, kalimat itu biasanya active. Jika subjek adalah penerima, kalimat itu biasanya passive. Teknik ini jauh lebih aman daripada sekadar mencari kata was atau were.
Lihat susunan S, P, O, Pel, dan K
Banyak pembelajar di Kampung Inggris Pare hafal rumus, tetapi masih lambat membaca fungsi kata. Padahal, kalau Anda bisa membedakan S (Subjek), P (Predikat), O (Objek), Pel (Pelengkap), dan K (Keterangan), active dan passive jadi lebih mudah.
| Kalimat | Voice | Analisis |
|---|---|---|
| Researchers conducted the experiment yesterday. | Active | S: Researchers, P: conducted, O: the experiment, K: yesterday |
| The experiment was conducted yesterday. | Passive | S: The experiment, P: was conducted, K: yesterday |
| Someone left the door open. | Active | S: Someone, P: left, O: the door, Pel: open |
| The door was left open. | Passive | S: The door, P: was left, Pel: open |
Rumus cepat yang aman dipakai saat waktu mepet
Kalau waktu Anda tipis, pakai rumus praktis ini. Rumus ini tidak menggantikan pemahaman grammar, tetapi sangat membantu saat eliminasi opsi.
1. Active voice: S + V + O
Contoh: The manager approved the report. Di sini, the manager melakukan tindakan approved kepada the report. Jadi, ini active.
2. Passive voice: S + be + V3 (+ by + doer)
Contoh: The report was approved by the manager. Sekarang, subjeknya adalah the report, yaitu penerima tindakan. Karena ada pola was + approved, kalimat ini passive.
Di soal TOEFL, pola be + V3 sangat membantu. Bentuk be bisa muncul sebagai is, am, are, was, were, be, been, atau being. Setelah itu, Anda cek apakah kata berikutnya adalah past participle atau V3.
3. Ingat: objek di active sering naik jadi subjek di passive
Ini kunci yang sering menyelamatkan banyak nomor. Bandingkan dua kalimat ini:
- The committee selected the winner.
- The winner was selected by the committee.
Pada kalimat pertama, the committee adalah pelaku. Pada kalimat kedua, the winner menjadi subjek karena ia menerima tindakan. Perubahan fokus inilah yang harus langsung Anda tangkap.
Jebakan passive voice yang paling sering bikin salah di TOEFL
Setelah paham rumus dasar, Anda tetap harus waspada. Soal TOEFL jarang menjebak dengan konsep besar. Biasanya, jebakannya kecil tetapi sangat fatal.
Be + V3 belum lengkap jika auxiliary-nya salah
Contoh pola soal: The report ___ by the manager yesterday. Jika pilihannya approve, approved, was approving, dan was approved, jawaban yang aman adalah was approved. Anda butuh bentuk passive yang lengkap, bukan cuma V2 atau V3 tanpa be.
Jangan tertukar antara V2 dan V3
Ini jebakan klasik. Banyak peserta tahu kalimatnya passive, tetapi tetap salah karena menaruh bentuk verb yang keliru. Setelah be, Anda butuh V3, bukan V1 atau V2 sembarang.
Misalnya, was wrote jelas salah. Yang benar adalah was written. Karena itu, passive voice juga menuntut hafalan irregular verb yang rapi.
Tidak semua “be” berarti passive
Bagian ini sangat penting. Kalimat The door is open tidak otomatis passive. Kata open di sana bisa berfungsi sebagai adjective. Sebaliknya, pada kalimat The door was opened, bentuknya jelas passive karena ada aksi membuka yang diterima oleh the door.
Jadi, jangan buru-buru menganggap semua is/was/are/were sebagai penanda passive. Anda tetap harus cek apakah setelahnya benar-benar past participle verbal atau hanya sifat.
Passive tidak harus punya “by” phrase
Banyak pemula mengira kalimat passive harus selalu punya by + pelaku. Padahal, tidak. Kalimat The window was broken tetap passive walaupun pelakunya tidak disebutkan. Dalam grammar, pelaku memang boleh dihilangkan jika tidak penting, tidak diketahui, atau tidak ingin disebut.
Cara mengerjakan soal active dan passive dalam 10 detik
Di ruang ujian, Anda butuh prosedur yang ringkas. Pakai urutan ini agar mata Anda punya kebiasaan yang konsisten.
- Tandai subjek di awal kalimat.
- Cari verb utama, bukan kata kerja tambahan yang menipu.
- Tanya fungsi subjek: pelaku atau penerima?
- Cek pola: apakah ada be + V3?
- Eliminasi opsi yang tidak cocok dengan voice dan tense.
Kalau Anda masih sering ragu di Structure, lihat dulu format resminya di halaman TOEFL ITP resmi BIC. Untuk latihan eliminasi saat waktu menipis, baca juga strategi menebak soal TOEFL yang lebih aman.
Jika Anda ingin melihat contoh section resminya, cek juga sample Structure and Written Expression dari ETS. Untuk definisi grammar yang rapi, Anda bisa memakai panduan passive voice Cambridge.
Latihan terbaik kalau Anda masih sering tertukar
Jangan latihan dari 100 soal campur aduk dulu. Mulailah dari 10 sampai 15 kalimat yang hanya fokus pada active dan passive. Setelah itu, pecah lagi menjadi tiga kelompok: kalimat active, kalimat passive, dan kalimat yang terlihat passive tetapi sebenarnya bukan.
Strategi ini lebih efektif karena mata Anda belajar mengenali pola, bukan sekadar mengingat jawaban. Jika kelemahan Anda memang mendasar, program seperti Kursus Intensif TOEFL ITP Online di BIC bisa lebih masuk akal daripada terus mengerjakan soal tanpa diagnosis yang jelas.
FAQ – Active dan Passive Voice di Soal TOEFL
- Q: Cara tercepat membedakan active dan passive voice apa?
A: Tanya dua hal: siapa melakukan tindakan dan siapa menerima tindakan. Lalu cek apakah ada pola be + V3. - Q: Apakah semua be + V3 pasti passive?
A: Dalam banyak kasus, ya. Namun Anda tetap perlu memastikan bahwa bentuk setelah be benar-benar verb participle, bukan adjective yang hanya mirip. - Q: Apakah passive voice selalu memakai by?
A: Tidak. By + doer boleh muncul, tetapi sering dihilangkan jika pelakunya tidak penting atau tidak diketahui. - Q: Mengapa saya sering salah walau sudah hafal rumus?
A: Biasanya karena Anda melihat bentuk verb tanpa mengecek fungsi subjek. TOEFL sering menjebak lewat fokus kalimat, bukan lewat rumus panjang. - Q: Active dan passive voice sering muncul di bagian mana?
A: Paling relevan untuk Structure and Written Expression, karena bagian ini menuntut Anda peka pada bentuk grammar yang tepat. - Q: Apa latihan paling aman untuk pemula?
A: Latih dulu 10–15 kalimat khusus active-passive, lalu tandai S, P, O, Pel, dan K. Setelah itu, baru masuk ke soal TOEFL campuran.
Sudah lebih cepat membaca active dan passive?
Intinya, cara paling gampang membedakan active dan passive voice di soal TOEFL adalah membaca peran subjek, lalu mengecek pola be + V3. Kalau Anda masih sering tertukar saat Structure, jangan belajar acak. Bangun fondasi grammar Anda lebih rapi bersama program persiapan TOEFL dari Bahasa Inggris Center (BIC) agar akurasi naik dan waktu baca soal jadi lebih singkat.

Saat ini belum tersedia komentar.