Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Miss, Aulia Pranata
online
Miss, Aulia Pranata
● online
Halo, saya Miss, Aulia Pranata
baru saja
Ada yang bisa kami bantu mengenai program kursus?
baru saja
Kontak Layanan
Area Siswa
Rp
Program yang Dipilih

Anda belum memilih program.
Silakan pilih program yang ingin diikuti untuk melanjutkan pendaftaran.

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu tutup

Noun Clause TOEFL ITP: Rumus, Jebakan & Latihan

Oleh: Ferry Anggara, S.Hum. — Vocabulary & Context Coach (TOEFL ITP®) , 22 x

Noun clause adalah klausa yang bekerja seperti noun: dapat menjadi subject, object, atau complement dalam sebuah kalimat. Dalam TOEFL ITP Structure and Written Expression, tantangannya bukan sekadar mengenali kata that, what, whether, atau if, tetapi memastikan klausa tersebut memiliki pola subject–verb yang benar dan tidak memakai word order pertanyaan langsung.

Artinya, ketika melihat bagian kosong di soal Structure, jangan langsung mencari connector. Periksa dulu fungsi bagian kosong, subject dan verb yang sudah tersedia, lalu tentukan apakah kalimat membutuhkan noun clause utuh.

Apa itu noun clause dalam TOEFL ITP?

Noun clause adalah dependent clause yang berfungsi sebagai noun. Karena berupa clause, bagian ini umumnya memiliki subject dan verb sendiri. Namun, seluruh klausa tersebut menempati posisi yang biasanya bisa ditempati noun atau noun phrase.

Bandingkan dua kalimat berikut:

  • The answer is unclear.
  • What he meant is unclear.

Pada kalimat kedua, what he meant menggantikan posisi noun phrase the answer. Seluruh klausa itu menjadi subject dari verb utama is.

ETS menempatkan Structure and Written Expression sebagai salah satu bagian TOEFL ITP. Pada TOEFL ITP Level 1, bagian ini terdiri dari 40 soal dengan waktu administrasi 25 menit. Rincian resmi dapat dilihat pada TOEFL ITP Test Content dari ETS. Karena waktu per soal terbatas, kemampuan memetakan subject, verb, connector, dan fungsi clause jauh lebih praktis daripada menerjemahkan seluruh kalimat kata per kata.

Noun clause bisa menjadi subject atau object

Dua posisi yang paling berguna untuk dikenali saat mengerjakan soal adalah subject dan object.

1. Noun clause sebagai subject

Jika noun clause berada di awal kalimat, seluruh klausa dapat menjadi subject untuk verb utama.

What the researchers discovered was unexpected.

Strukturnya:

[What + subject + verb] + main verb

Dalam contoh tersebut, the researchers adalah subject di dalam noun clause, discovered adalah verb di dalam noun clause, sedangkan was merupakan verb utama kalimat.

2. Noun clause sebagai object

Noun clause juga sering hadir setelah verb seperti know, believe, understand, discover, explain, decide, ask, atau wonder.

The scientists believe that the climate is changing.

Di sini, that the climate is changing menjadi object dari believe.

Jika Anda masih kesulitan melihat kerangka kalimat sebelum menganalisis clause, baca juga pola kalimat TOEFL yang wajib dikuasai. Teknik mencari subject dan verb utama akan sangat membantu sebelum masuk ke pola noun clause.

Tabel pola that, what, whether, dan if

Connector Pola umum Fungsi utama Contoh
that that + S + V Memperkenalkan pernyataan/fakta sebagai clause We know that she works here.
what what + S + V / what + V Berarti “apa/hal yang”; what dapat menjadi unsur di dalam clause What he said surprised us.
whether whether + S + V Menunjukkan pilihan atau ketidakpastian “apakah” They asked whether the room was available.
if if + S + V Dapat berarti “apakah” pada noun clause tertentu, terutama sebagai object I wonder if he knows the answer.

Kapan memakai that?

That memperkenalkan noun clause yang menyampaikan sebuah pernyataan. Setelah that, Anda biasanya membutuhkan clause yang sudah memiliki subject dan verb.

She believes that the plan will succeed.

Pola di dalam klausa adalah the plan sebagai subject dan will succeed sebagai verb.

Jebakan yang umum adalah memilih that padahal bagian setelahnya kehilangan subject atau verb.

Salah: The professor explained that was difficult to measure.

Bagian setelah that tidak memiliki subject yang jelas. Jika maksudnya “apa yang sulit diukur”, connector yang dibutuhkan dapat berubah menjadi what:

Benar: The professor explained what was difficult to measure.

What berbeda dari that

Perbedaan pentingnya adalah what membawa makna “apa” atau “hal yang”, sedangkan that terutama berfungsi sebagai connector.

Perhatikan:

  • I know that she bought the book.
  • I know what she bought.

Pada contoh pertama, she adalah subject dan the book adalah object dari bought. Pada contoh kedua, what sendiri menempati peran object dari bought. Karena itu, Anda tidak menambahkan object lain secara sembarangan setelah pola what + subject + verb.

Diagnosis cepat: jika clause memerlukan makna “hal yang/apa yang” sekaligus membutuhkan unsur noun di dalam klausa, what sering menjadi kandidat yang tepat.

Whether dan if: sama-sama “apakah”, tetapi tidak selalu bisa ditukar

Whether dan if dapat memperkenalkan indirect yes/no question sebagai noun clause.

  • She asked whether the meeting had started.
  • She asked if the meeting had started.

Namun, whether lebih fleksibel. Untuk noun clause yang berdiri sebagai subject di awal kalimat, gunakan whether, bukan if.

Benar: Whether he will attend remains uncertain.

Tidak tepat untuk pola ini: If he will attend remains uncertain.

Whether juga digunakan pada pola whether … or not dan dapat muncul sebelum infinitive, misalnya They have not decided whether to postpone the event. Dalam soal, posisi grammatical sering menjadi petunjuk yang lebih kuat daripada sekadar terjemahan “apakah”.

Jebakan embedded question: jangan memakai word order pertanyaan

Salah satu jebakan paling penting dalam noun clause adalah embedded question. Saat question word seperti what, where, when, why, how, who, atau whether masuk ke dalam kalimat sebagai noun clause, urutan katanya mengikuti pola statement, bukan direct question.

Direct question:

Where does she live?

Embedded question:

I know where she lives.

Bukan: I know where does she live.

Pola cepatnya:

Question word + subject + verb

Contoh lain:

  • Do you know when the train arrives?
  • The manager explained why the shipment was delayed.
  • We need to determine how the machine works.

Jangan membawa auxiliary do/does/did dari direct question ke dalam noun clause kecuali auxiliary tersebut memang memiliki fungsi lain yang diperlukan oleh verb phrase.

Jebakan missing subject dan missing verb

Dalam soal Structure, noun clause sering dibuat tampak panjang sehingga peserta kehilangan jejak subject atau verb. Gunakan pemeriksaan dua lapis.

Lapis 1: cek main clause. Apakah kalimat utama sudah memiliki subject dan verb?

Lapis 2: cek noun clause. Apakah klausa di dalamnya memiliki struktur yang lengkap sesuai connector?

Contoh:

What the committee decided yesterday ___ announced this morning.

Noun clause What the committee decided yesterday sudah menjadi subject kalimat. Di dalamnya juga sudah ada subject the committee dan verb decided. Maka bagian kosong membutuhkan verb utama, misalnya was:

What the committee decided yesterday was announced this morning.

Kesalahan terjadi ketika peserta melihat decided lalu mengira kalimat sudah mempunyai verb utama. Padahal decided berada di dalam noun clause.

Cara mengerjakan soal noun clause lebih cepat

  1. Tandai verb yang sudah terlihat. Bedakan verb di main clause dan verb di dependent clause.
  2. Cari subject untuk setiap verb. Satu clause finite umumnya membutuhkan hubungan subject–verb yang jelas.
  3. Tentukan fungsi bagian kosong. Apakah membutuhkan subject, object, connector, atau verb?
  4. Cek connector. That memperkenalkan pernyataan; what membawa fungsi noun di dalam clause; whether/if menyampaikan “apakah”.
  5. Periksa word order. Embedded question tidak memakai inversi direct question.
  6. Baca ulang seluruh struktur. Jawaban yang terasa natural belum tentu grammatical jika ada subject atau verb yang hilang.

Strategi ini sejalan dengan pendekatan analisis pola yang juga berguna pada topik parallel structure TOEFL ITP: petakan struktur dahulu, baru evaluasi pilihan jawaban.

10 latihan noun clause TOEFL ITP

Soal berikut adalah latihan orisinal untuk memahami pola Structure, bukan soal resmi ETS. Pilih jawaban yang paling tepat.

Soal 1

The committee has not decided ___ the proposal should be revised.

  • A. whether
  • B. which
  • C. what
  • D. that it

Jawaban: A. whether. Setelah decided, kalimat membutuhkan noun clause yang menyatakan ketidakpastian “apakah proposal harus direvisi”. Polanya whether + subject + verb.

Soal 2

___ the professor explained was difficult to understand.

  • A. That
  • B. What
  • C. Whether
  • D. If

Jawaban: B. What. What the professor explained berarti “hal yang dijelaskan profesor” dan seluruh clause menjadi subject dari was.

Soal 3

The investigators believe ___ the equipment failed because of excessive heat.

  • A. what
  • B. whether
  • C. that
  • D. how did

Jawaban: C. that. Bagian setelah kosong sudah berupa statement lengkap: the equipment sebagai subject dan failed sebagai verb. That memperkenalkan pernyataan tersebut sebagai object dari believe.

Soal 4

___ the results can be replicated remains uncertain.

  • A. If
  • B. Whether
  • C. That what
  • D. What if

Jawaban: B. Whether. Noun clause berada di posisi subject pada awal kalimat. Untuk makna “apakah”, whether tepat digunakan pada posisi ini.

Soal 5

The students asked ___.

  • A. what time did the library close
  • B. what time the library closed
  • C. what time does the library close
  • D. what did time the library close

Jawaban: B. what time the library closed. Ini adalah embedded question, sehingga word order-nya statement: the library + closed, bukan inversi did the library close.

Soal 6

It is unclear ___ caused the sudden decline in production.

  • A. that
  • B. whether
  • C. what
  • D. what did

Jawaban: C. what. What menjadi subject dari verb caused. Tidak dibutuhkan subject tambahan setelah what pada pola ini.

Soal 7

The report explains ___ the new device operates.

  • A. how
  • B. how does
  • C. that how
  • D. how it does operates

Jawaban: A. how. Noun clause yang benar adalah how the new device operates. Embedded question menggunakan urutan subject + verb.

Soal 8

___ he will accept the offer depends on the final salary package.

  • A. If
  • B. Whether
  • C. That if
  • D. What

Jawaban: B. Whether. Seluruh whether-clause berfungsi sebagai subject dari depends.

Soal 9

The manager knows ___ the archived files were stored.

  • A. where
  • B. where were
  • C. where did
  • D. that where

Jawaban: A. where. Pola lengkapnya where the archived files were stored. Setelah question word, embedded clause memakai word order statement.

Soal 10

Scientists have discovered ___ certain bacteria can survive extreme heat.

  • A. what
  • B. how whether
  • C. that
  • D. what can

Jawaban: C. that. Certain bacteria can survive extreme heat sudah berupa clause lengkap, sehingga that dapat menghubungkannya sebagai object dari have discovered.

Diagnostic checklist sebelum memilih jawaban

Gunakan checklist berikut ketika opsi jawaban terlihat sama-sama masuk akal.

  • Apakah main clause sudah memiliki subject?
  • Apakah main clause sudah memiliki verb?
  • Apakah noun clause memiliki subject dan verb yang diperlukan?
  • Apakah bagian kosong membutuhkan connector saja atau sekaligus unsur noun?
  • Jika memakai what, apakah what sudah menjalankan fungsi subject/object di dalam clause?
  • Jika maknanya “apakah”, apakah posisi tersebut lebih tepat memakai whether daripada if?
  • Apakah embedded question masih memakai inversi seperti direct question?
  • Apakah auxiliary do/does/did muncul tanpa alasan di dalam embedded question?

Jika satu soal membuat Anda ragu, jangan hanya bertanya “connector mana yang artinya cocok?”. Pertanyaan yang lebih efektif adalah: unsur apa yang masih hilang dari struktur ini?

Kesalahan belajar yang membuat noun clause terasa sulit

Pertama, menghafal terjemahan connector tanpa memahami fungsi. That dan what sama-sama dapat mengawali noun clause, tetapi keduanya tidak mengisi struktur dengan cara yang sama.

Kedua, membaca kalimat dari kiri ke kanan tanpa memisahkan clause. Kalimat panjang akan jauh lebih mudah jika Anda memberi batas mental antara main clause dan noun clause.

Ketiga, membawa pola direct question ke embedded question. Bentuk seperti where does he live benar sebagai pertanyaan langsung, tetapi berubah menjadi where he lives ketika menjadi noun clause.

Keempat, hanya mengerjakan banyak soal tanpa mendiagnosis jenis kesalahan. Setelah latihan, kelompokkan kesalahan Anda: connector, missing subject, missing verb, word order, atau fungsi clause. Dengan begitu, sesi belajar berikutnya mempunyai target yang jelas.

FAQ tentang noun clause TOEFL

  • Q: Apakah noun clause selalu memakai that?
    A: Tidak. Noun clause dapat diperkenalkan oleh that, what, whether, if, berbagai question words, dan bentuk lain sesuai fungsi serta maknanya.
  • Q: Apa beda what dan that dalam noun clause?
    A: That terutama menjadi connector untuk sebuah statement, sedangkan what membawa makna “apa/hal yang” dan dapat menjalankan fungsi noun di dalam clause.
  • Q: Apakah if dan whether selalu bisa saling menggantikan?
    A: Tidak. Keduanya dapat berarti “apakah” dalam beberapa object clauses, tetapi whether lebih fleksibel dan digunakan ketika clause menjadi subject di awal kalimat.
  • Q: Mengapa bentuk “where does he live” salah di noun clause?
    A: Karena itu adalah word order direct question. Dalam embedded question, gunakan statement order: where he lives.
  • Q: Di mana bisa melihat contoh resmi format TOEFL ITP?
    A: ETS menyediakan materi persiapan dan sample questions untuk TOEFL ITP, termasuk Section 2 Structure and Written Expression, pada halaman persiapan TOEFL ITP resmi ETS.

Perkuat Structure TOEFL ITP dengan latihan terarah

Jika noun clause, inversion, passive voice, atau pola Structure lain masih sering tertukar, Anda bisa mempelajarinya secara lebih sistematis melalui TOEFL Preparation Online BIC. Fokusnya bukan menghafal jawaban, tetapi membangun cara membaca struktur, mengenali jebakan grammar, dan mengevaluasi kesalahan latihan agar persiapan tes lebih terarah.

Foto Ferry Anggara, S.Hum. — Vocabulary & Context Coach (TOEFL ITP®)

Ditulis oleh

Coach Vocabulary-in-Context di Bahasa Inggris Center (BIC). Menguatkan penguasaan kosakata akademik, kolokasi, dan penafsiran makna dalam teks—kunci untuk meningkatkan akurasi Reading TOEFL ITP® tanpa menghafal secara acak.

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

🎓 Ingin Menguasai Materi Ini Lebih Dalam?
Ikuti program kursus intensif kami yang dibimbing langsung oleh instruktur.

Program kursus berhasil dipilih!

Masuk ke daftar pendaftaran
Lihat Program Lain
Lanjut Mendaftar